Tutorial Lengkap Setting Mikrotik DHCP Server Step by Step
Apa itu DHCP Server di Mikrotik?
Kalau Anda pernah menyambungkan perangkat ke WiFi lalu langsung bisa internetan tanpa perlu setting IP manual — itu semua berkat DHCP Server. DHCP singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu layanan yang secara otomatis memberikan alamat IP kepada setiap perangkat yang terhubung ke jaringan.
Di Mikrotik, fitur DHCP Server sudah tersedia secara bawaan dan sangat mudah dikonfigurasi. Dengan mengaktifkan DHCP Server, Anda tidak perlu lagi setting IP satu per satu di setiap komputer, laptop, atau smartphone yang terhubung ke jaringan Anda.
Dalam tutorial ini, kita akan belajar cara setting DHCP Server di Mikrotik dari awal sampai selesai, lengkap dengan screenshot dan penjelasan setiap langkahnya.
Apa yang Dibutuhkan Sebelum Mulai?
Sebelum memulai konfigurasi, pastikan Anda sudah menyiapkan hal-hal berikut:
- Router Mikrotik — semua tipe RouterBoard bisa digunakan (RB750, RB951, hAP, dll)
- Laptop atau PC yang terhubung ke Mikrotik via kabel LAN
- Aplikasi Winbox — download gratis di mikrotik.com/download
- Akses admin ke router Mikrotik (username dan password)
Jika Anda belum pernah menggunakan Winbox sebelumnya, cukup buka aplikasinya, klik tab Neighbors, pilih router Mikrotik yang muncul, masukkan username admin (password kosong untuk factory default), lalu klik Connect.
Cara Setting DHCP Server Mikrotik Step by Step
Langkah 1: Buka Menu IP → DHCP Server
Setelah berhasil masuk ke Winbox, langkah pertama adalah membuka menu DHCP Server:
- Klik menu IP di panel kiri Winbox
- Pilih DHCP Server
- Akan muncul jendela DHCP Server dengan beberapa tab: DHCP, Networks, Leases, Alerts, dan Options
Di sinilah kita akan melakukan semua konfigurasi DHCP Server. Untuk cara termudah, Mikrotik menyediakan wizard otomatis yang akan memandu Anda langkah demi langkah.
Langkah 2: Jalankan DHCP Setup Wizard
Cara paling mudah setting DHCP Server di Mikrotik adalah menggunakan fitur DHCP Setup bawaan:
- Di jendela DHCP Server, klik tombol DHCP Setup di bagian atas
- Wizard akan terbuka dan meminta Anda memilih interface
- Pada kolom DHCP Server Interface, pilih interface yang ingin dijadikan DHCP Server
Interface yang biasa digunakan:
- ether2 atau bridge — untuk jaringan LAN (kabel)
- wlan1 — untuk jaringan WiFi
- bridge-local — jika sudah membuat bridge untuk LAN + WiFi
Pilih interface yang sesuai, lalu klik Next.
Langkah 3: Tentukan Network Address
Wizard akan otomatis mendeteksi network address berdasarkan IP yang sudah ada di interface tersebut. Misalnya jika IP Mikrotik adalah 192.168.1.1/24, maka network address akan terisi otomatis menjadi 192.168.1.0/24.
Jika belum ada IP di interface tersebut, Anda bisa isi manual. Contoh yang umum digunakan:
192.168.1.0/24— untuk subnet dengan 254 host192.168.10.0/24— umum untuk jaringan kantor10.0.0.0/24— untuk jaringan skala lebih besar
Klik Next setelah network address sudah benar.
Langkah 4: Tentukan Gateway (IP Router)
Langkah ini menentukan gateway, yaitu IP Mikrotik yang akan digunakan sebagai pintu keluar jaringan. Biasanya ini adalah IP Mikrotik di interface yang dipilih tadi.
Contoh: jika IP Mikrotik adalah 192.168.1.1, maka gateway diisi 192.168.1.1.
Wizard biasanya sudah mengisi ini secara otomatis. Pastikan sudah benar, lalu klik Next.
Langkah 5: Tentukan Range IP yang Dibagikan
Ini adalah bagian terpenting — menentukan range IP yang akan dibagikan ke perangkat klien. Misalnya:
- IP Mikrotik:
192.168.1.1 - Range DHCP:
192.168.1.2 — 192.168.1.254
Artinya, setiap perangkat yang terhubung akan mendapat IP antara .2 sampai .254 secara otomatis. Wizard sudah mengisi ini secara otomatis, tapi Anda bisa mengubahnya sesuai kebutuhan.
Tips: Jika ada perangkat yang butuh IP tetap (printer, server, CCTV), sisihkan beberapa IP di luar range DHCP. Misalnya range DHCP 192.168.1.100 — 192.168.1.254, dan IP statis untuk printer di 192.168.1.10.
Klik Next.
Langkah 6: Setting DNS Server
DNS Server digunakan untuk menerjemahkan nama domain (seperti google.com) menjadi alamat IP. Isi dengan DNS server yang ingin digunakan klien:
- Google DNS:
8.8.8.8dan8.8.4.4 - Cloudflare DNS:
1.1.1.1dan1.0.0.1 - DNS ISP: gunakan DNS dari provider internet Anda (lebih cepat untuk lokal)
Bisa diisi lebih dari satu DNS, pisahkan dengan koma. Klik Next.
Langkah 7: Tentukan Lease Time
Lease Time adalah berapa lama IP yang diberikan DHCP Server "disewa" oleh perangkat klien. Setelah waktu ini habis, perangkat akan meminta IP baru.
Rekomendasi lease time:
- 00:10:00 (10 menit) — untuk hotspot publik dengan banyak pengguna bergantian
- 01:00:00 (1 jam) — untuk jaringan dengan pengguna semi-tetap
- 1d 00:00:00 (1 hari) — untuk jaringan kantor atau rumahan
- 3d 00:00:00 (3 hari) — untuk jaringan dengan perangkat tetap
Klik Next setelah mengisi lease time.
Langkah 8: Selesai!
Wizard akan menampilkan pesan "Setup has completed successfully" yang berarti DHCP Server berhasil dikonfigurasi. Klik OK untuk menutup wizard.
Sekarang setiap perangkat yang terhubung ke interface yang dipilih akan otomatis mendapat IP dari DHCP Server Mikrotik Anda.
Cara Verifikasi DHCP Server Sudah Berjalan
Cek dari Tab Leases
- Buka IP → DHCP Server di Winbox
- Klik tab Leases
- Jika ada perangkat yang sudah terhubung, akan muncul daftar IP yang sudah dibagikan beserta MAC Address perangkat tersebut
Cek dari Perangkat Klien
- Hubungkan laptop atau smartphone ke jaringan Mikrotik
- Di Windows, buka Command Prompt dan ketik
ipconfig - Pastikan IP Address yang didapat sesuai dengan range DHCP yang sudah dikonfigurasi
- Coba buka browser dan akses internet — jika berhasil, DHCP Server sudah berjalan sempurna
Cara Setting DHCP Static Lease (IP Tetap untuk Perangkat Tertentu)
Kadang ada perangkat seperti printer, server, atau NAS yang perlu selalu mendapat IP yang sama meskipun menggunakan DHCP. Inilah fungsi Static Lease.
- Buka IP → DHCP Server → Leases
- Klik perangkat yang ingin diberi IP tetap dari daftar Leases
- Klik tombol Make Static
- Perangkat tersebut akan selalu mendapat IP yang sama setiap kali terhubung
Atau tambahkan manual:
- Klik tombol + (Add) di tab Leases
- Isi Address dengan IP yang diinginkan (misal:
192.168.1.10) - Isi MAC Address dengan MAC Address perangkat tersebut
- Klik OK
Troubleshooting: Masalah Umum DHCP Server Mikrotik
Perangkat Tidak Mendapat IP Otomatis
- Pastikan DHCP Server statusnya enabled (tidak ada tanda X merah di Winbox)
- Pastikan perangkat terhubung ke interface yang benar
- Cek apakah range IP sudah penuh di tab Leases
- Restart DHCP Server: klik kanan → Disable → Enable kembali
IP Address Konflik
- Matikan DHCP Server di modem ISP (ubah ke mode bridge)
- Pastikan hanya satu DHCP Server yang aktif di jaringan
Klien Mendapat IP 169.254.x.x
IP 169.254.x.x artinya perangkat tidak berhasil mendapat IP dari DHCP Server. Cek koneksi fisik dan pastikan DHCP Server aktif.
Tips Optimasi DHCP Server Mikrotik
- Gunakan lease time yang tepat — jangan terlalu pendek untuk jaringan stabil, jangan terlalu panjang untuk hotspot publik
- Catat MAC Address perangkat penting dan buat static lease untuk printer, server, dan perangkat jaringan lainnya
- Monitor tab Leases secara berkala untuk memantau perangkat yang terhubung ke jaringan Anda
- Pisahkan range DHCP dan IP statis — misalnya .1-.99 untuk IP statis, .100-.254 untuk DHCP
- Backup konfigurasi setelah selesai setting via menu Files → Backup di Winbox
Kesimpulan
Setting DHCP Server di Mikrotik sangat mudah berkat fitur DHCP Setup wizard. Hanya dengan beberapa klik, semua perangkat di jaringan Anda akan otomatis mendapat alamat IP tanpa perlu konfigurasi manual satu per satu.
Dengan mengikuti tutorial ini, Anda sudah berhasil mengaktifkan DHCP Server, menentukan range IP, gateway dan DNS, membuat static lease untuk perangkat tertentu, serta mengatasi masalah umum DHCP Server.
Masih bingung atau mengalami kendala? Tim PT Azis Koding Indonesia siap membantu. Kami melayani jasa setting Mikrotik, konfigurasi jaringan kantor, dan solusi IT profesional untuk bisnis Anda. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp!